Alexander Grenz menjadi salah satu sosok yang cukup saya perhatikan dalam beberapa tahun terakhir. Bukan hanya karena posisinya sebagai pimpinan tertinggi Allianz Life Indonesia, tetapi juga karena perjalanan kariernya yang panjang dan lintas negara.
Dari Eropa hingga Asia Pasifik, ia membangun reputasi sebagai pemimpin yang fokus pada transformasi bisnis, penguatan distribusi, serta pengembangan budaya kerja kolaboratif. Sosok ini menarik karena mampu membawa pendekatan global ke dalam konteks Indonesia yang sangat dinamis.
Saat ini, Alexander Grenz menjabat sebagai Country Manager, President Director, dan Chief Executive Officer di Allianz Indonesia. Ia mulai memegang posisi tersebut sejak April 2023 setelah memperoleh persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan. Dari sudut pandang saya, peran ini tidak hanya menempatkannya sebagai eksekutor strategi, tetapi juga sebagai figur yang membentuk arah jangka panjang Allianz di Indonesia.
Latar Belakang Pendidikan
Alexander Grenz berasal dari Jerman dan menempuh pendidikan di Regensburg. Ia meraih gelar Diplom Betriebswirt di Fachhochschule Regensburg dan kemudian menyelesaikan studi Master of Business Administration di University of Applied Sciences Regensburg. Latar belakang pendidikan bisnis dan keuangan ini menjadi fondasi penting dalam setiap peran yang ia jalani.
Saya melihat bahwa kombinasi antara pendidikan formal dan pengalaman lapangan membuat pendekatan kepemimpinannya terasa seimbang antara analisis dan eksekusi. Selain pendidikan formal, ia juga terus memperbarui kompetensi melalui berbagai sertifikasi profesional. Topik yang ia dalami mencakup pengambilan keputusan, pemikiran kritis, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan untuk kebutuhan bisnis. Hal ini memperlihatkan bahwa ia tidak berhenti belajar meski sudah berada di posisi puncak organisasi.
Baca juga: Profil Eddy Katuari Pemilik Wings Group, Sunyi Namun Bisnisnya Kuasai Pasar!

Awal Karier dan Perjalanan Global di Allianz Group
Karier profesional Alexander Grenz dimulai pada 2004 sebagai analis di Allianz Global Investors. Pada fase awal ini, ia terlibat langsung dalam analisis portofolio dan riset investasi. Pengalaman tersebut menjadi pijakan penting sebelum ia masuk lebih dalam ke struktur Allianz Group di Munich. Dari sana, jalur kariernya berkembang ke berbagai peran strategis di tingkat regional dan global.
Pada periode 2008 hingga 2011, ia dipercaya menjadi Regional Head of Life and Health untuk kawasan Eropa Tengah dan Timur, Timur Tengah, serta Afrika. Tugas ini memperkaya pemahamannya tentang pasar dengan karakteristik yang sangat beragam. Kemudian pada 2012, ia pindah ke Rusia dan menjabat sebagai Deputy CEO sekaligus COO Allianz Russia Life. Di sana, ia menangani operasional inti perusahaan mulai dari pengembangan produk hingga reasuransi.
Fokus Asia Pasifik dan Transformasi Bisnis
Tahun 2013 menjadi titik penting ketika Alexander Grenz beralih fokus ke Asia Pasifik. Berbasis di Hong Kong dan Singapura, ia mengoordinasikan berbagai proyek strategis dan kemitraan distribusi, termasuk kerja sama bancassurance dengan sejumlah bank besar. Dari pengamatan saya, fase ini membentuk keahliannya dalam mengelola pertumbuhan melalui kolaborasi dan integrasi lintas organisasi.
Pada 2016, ia bergabung dengan Allianz PNB Life Insurance di Filipina sebagai COO. Tiga tahun kemudian, ia diangkat menjadi President dan CEO. Di bawah kepemimpinannya, Allianz PNB Life mencatat lompatan besar dari peringkat ke sebelas menjadi perusahaan asuransi jiwa terbesar ketiga di Filipina berdasarkan Gross Written Premium dan Annualised New Business Premium. Capaian ini menunjukkan kemampuannya dalam mengeksekusi strategi pertumbuhan yang terukur.
Baca juga: Profil Husodo Angkosubroto: Otak Bisnis di Balik Kesuksesan Sunpride!

Menjadi CEO Allianz Life Indonesia
Alexander Grenz resmi memimpin Allianz Life Indonesia pada April 2023. Ia bertanggung jawab atas seluruh operasional Allianz di Indonesia, termasuk Allianz Life, Allianz Utama, dan Allianz Syariah. Dari sudut pandang saya, pendekatan yang ia bawa sangat menekankan konsep One Allianz yang menyatukan visi dan eksekusi di seluruh lini bisnis.
Di bawah kepemimpinannya, Allianz Life Indonesia mencatat pertumbuhan premi yang konsisten. Pendapatan premi meningkat dari Rp14,1 triliun menjadi Rp15,1 triliun pada 2023 dan kembali tumbuh pada 2024 hingga mencapai sekitar Rp16 triliun. Pertumbuhan ini didukung oleh penguatan distribusi, digitalisasi pemasaran, serta kolaborasi dengan mitra strategis termasuk lebih dari sepuluh bank besar.
Strategi Bisnis dan Transformasi Digital
Alexander Grenz dikenal membawa fokus kuat pada transformasi digital dan diversifikasi produk. Ia melihat bahwa asuransi tidak boleh lagi dianggap sebagai produk mewah, melainkan solusi yang relevan bagi semua lapisan masyarakat. Karena itu, Allianz di bawah kepemimpinannya aktif melakukan literasi keuangan melalui media sosial, kolaborasi dengan key opinion leaders, serta program edukasi yang menjangkau berbagai komunitas.
Ia juga mendorong pengembangan produk kesehatan yang menyesuaikan dengan realitas inflasi biaya medis. Di sisi lain, produk unit link terus disempurnakan agar tetap relevan bagi generasi milenial dan Gen Z. Menariknya, lebih dari tujuh puluh persen tenaga pemasar Allianz di Indonesia berasal dari generasi muda, sebuah langkah strategis untuk memperluas penetrasi pasar.
Salah satu hal yang paling saya soroti dari Alexander Grenz adalah filosofi kepemimpinannya. Ia mendorong collaborative leadership dengan mengurangi birokrasi dan memberi ruang bagi tim untuk mengambil keputusan. Pendekatan ini membuat karyawan merasa memiliki perusahaan dan lebih berani berinovasi.
Ia juga aktif membangun budaya pembelajaran berkelanjutan melalui berbagai program pelatihan dan platform pembelajaran internal. Program pengembangan kepemimpinan seperti LEAD menjadi sarana untuk memastikan regenerasi pemimpin di dalam organisasi. Dengan komunikasi internal yang konsisten, visi perusahaan dapat dipahami oleh seluruh karyawan.
Baca juga: Profil Kuok Meng Ru: Anak Konglomerat yang Memilih Jalur Musik dan Teknologi

Peran di Organisasi dan Pengakuan Industri
Selain perannya di Allianz, Alexander Grenz juga aktif di organisasi bisnis Eropa. Ia menjabat sebagai Executive Board Member di EuroCham Indonesia dan anggota Dewan Pengawas di EKONID. Keterlibatan ini menunjukkan perannya sebagai jembatan antara komunitas bisnis internasional dan Indonesia. Berbagai penghargaan juga ia raih, termasuk masuk dalam daftar Top 100 CEO 2024 dan meraih The Best CEO 2024 dari Majalah SWA. Pengakuan ini diberikan atas kontribusinya dalam mendorong pertumbuhan berkelanjutan, inovasi, dan transformasi bisnis di industri asuransi.
Bagi saya, Alexander Grenz adalah contoh pemimpin dengan kombinasi pengalaman global dan sensitivitas lokal. Ia tidak hanya fokus pada angka pertumbuhan, tetapi juga pada pembangunan ekosistem asuransi yang lebih inklusif. Dengan strategi yang jelas, eksekusi yang disiplin, dan pendekatan kepemimpinan yang manusiawi, ia berhasil membawa Allianz Life Indonesia ke fase transformasi yang positif dan berkelanjutan.

