Motivasi yang paling kuat biasanya bukan datang dari tekanan, tetapi dari kesadaran untuk terus berkembang.
Semakin lama membangun tim, saya semakin memahami bahwa motivasi tidak bisa dipaksakan. Sistem dan target memang penting, tetapi ada sisi manusia yang juga perlu dipahami. Melalui Self Determination Theory, saya belajar untuk memahami dan bagaimana memotivasi kerja dalam sebuah tim agar tetap sehat.
Apa Itu Self Determination Theory?

Self Determination Theory (SDT) adalah teori psikologi yang menjelaskan bahwa manusia memiliki dorongan alami untuk berkembang, belajar, dan bertumbuh. Namun dorongan tersebut akan lebih kuat ketika tiga kebutuhan psikologis utama terpenuhi, yakni autonomy, competence, dan relatedness. Teori SDT dikembangkan oleh Edward Deci dan Richard Ryan.
Dalam penjabarannya adalah sebagai berikut. Autonomy adalah kebutuhan untuk merasa memiliki kendali terhadap apa yang dilakukan. Sedangkan Competence adalah kebutuhan untuk merasa mampu dan berkembang. Lalu, Relatedness adalah kebutuhan untuk merasa terhubung dengan orang lain dan lingkungan di sekitarnya.
Baca juga: Teori Kebutuhan Maslow: Pengertian dan Cara Penerapannya untuk Membangun Tim
Cara Menerapkannya untuk Tim dan Bisnis Anda

Dari apa pengertian teori ini, saya melakukan beberapa poin penting untuk pendekatan kepada tim. Setidaknya ada empat poin utama yang dapat saya terapkan, Anda pun juga bisa mencobanya pada tim. Di antaranya adalah sebagai berikut:
1. Tidak Semua Hal Harus Dikontrol
Pertama adalah dalam memimpin tim, saya belajar bahwa tidak semua hal harus dikontrol secara berlebihan. Ada fase di mana seseorang perlu diberi ruang untuk mencoba, berpikir, dan mengambil keputusan sendiri. Pendekatan ini membantu membangun rasa memiliki terhadap pekerjaan yang dilakukan.
2. Fokuskan Pada Proses, Bukan Sekadar Hasil
Selanjutnya, cobalah untuk lebih fokus pada pengembangan dan proses. Memang, target itu penting, namun kedua hal tersebut juga perlu Anda perhatikan. Ketika seseorang merasa dirinya bertumbuh, motivasi biasanya lebih bertahan dalam jangka panjang. Karena itu, feedback dan proses belajar menjadi bagian yang cukup penting dalam membangun tim.
3. Jaga Lingkungan di Tim Tetap Sehat
Ketiga, hal yang perlu Anda ingat adalah motivasi itu sulit tumbuh di lingkungan yang penuh tekanan atau komunikasi yang tidak sehat. Maka dari itu, hal sederhana sederhana seperti menghargai pendapat, mendengarkan, dan menjaga cara berkomunikasi harus dijaga, karena itu memberikan pengaruh besar terhadap semangat kerja tim.
4. Jadikan Setiap Pekerjaan Itu Bermakna
Terakghir, pahami alasan apa di balik seseorang melakukan suatu pekerjaan. Di sini penting bagi kita untuk menjadikan setiap pekerjaan itu memiliki makna. Ketika pekerjaan terasa memiliki tujuan yang jelas dan memberi dampak, motivasi biasanya tidak lagi hanya bergantung pada dorongan eksternal.
Baca juga: Teori Johari Window: Kunci untuk Mengenal Diri Lebih Dalam
Refleksi atas Teori

Setelah saya mempelajari dan bagaimana menerapkan teori tersebut untuk membangun tim, dari sini saya memahami bahwa motivasi itu tidak bisa dipaksakan. Sistem dan target memang penting, tetapi ada sisi manusia yang juga perlu dipahami. Banyak perubahan positif justru muncul ketika seseorang merasa dipercaya, merasa berkembang, dan merasa dirinya bagian dari sesuatu yang lebih besar.
Membangun tim bukan hanya tentang mengatur pekerjaan, tetapi tentang menciptakan lingkungan yang membuat orang ingin terus bertumbuh bersama.

