Apa Itu Extra Mile dalam Dunia Kerja? Perspektif Saya sebagai Leader

Apa Itu Extra Mile - FI

Terkadang, hal yang paling membedakan seseorang bukan hanya kemampuannya, tetapi kesediaannya untuk memberi lebih dari yang diminta.

Di dunia kerja, banyak orang fokus menyelesaikan apa yang menjadi tanggung jawabnya. Itu memang penting. Namun seiring waktu, saya mulai melihat bahwa ada perbedaan besar antara bekerja sekadar memenuhi kewajiban dan bekerja dengan inisiatif untuk memberikan nilai lebih.

Dari situ, saya mulai memahami makna  apa itu extra mile bukan tentang bekerja berlebihan tanpa arah, tetapi tentang kesediaan untuk melakukan sesuatu dengan kualitas dan kepedulian yang lebih baik dari standar minimum.

Apa Itu Extra Mile?

Apa Itu Extra Mile
sc: Pexels (Tara Winstead)

Secara sederhana, extra mile adalah sikap ketika seseorang bersedia memberikan usaha lebih untuk mencapai hasil yang lebih baik. Konsep ini sering dikaitkan dengan inisiatif, ketekunan, dan keinginan untuk melampaui ekspektasi dasar dalam pekerjaan.

Bagi saya, extra mile bukan berarti harus selalu bekerja lembur atau memaksakan diri terus-menerus. Justru, makna yang lebih penting adalah bagaimana seseorang tetap memiliki perhatian terhadap kualitas, detail, dan tanggung jawab dalam apa yang dikerjakan.

Saya juga melihat bahwa extra mile sering lahir bukan karena tekanan, tetapi karena rasa memiliki terhadap pekerjaan yang dilakukan. Ketika seseorang peduli terhadap proses dan hasil, biasanya ada dorongan alami untuk memberikan yang terbaik.

Baca juga: Self Determination Theory: Cara Saya Membangun Motivasi Kerja Tim yang Lebih Sehat

Mengapa Extra Mile Penting dalam Dunia Kerja?

Apa Itu Extra Mile - Mengapa Extra Mile Penting
sc: Pexels (Malte Luk)

Di lingkungan kerja yang bergerak cepat, kemampuan teknis memang penting. Namun dalam jangka panjang, sikap dan cara seseorang menjalankan pekerjaannya sering kali memberi pengaruh yang lebih besar.

Sikap extra mile membantu membangun kepercayaan. Ketika seseorang konsisten memberikan kualitas kerja yang baik dan menunjukkan inisiatif, orang lain akan lebih mudah mempercayakan tanggung jawab yang lebih besar kepadanya.

Selain itu, kebiasaan memberikan usaha terbaik juga membantu meningkatkan rasa percaya diri dan kualitas diri secara bertahap. Semakin sering seseorang mencoba memberi lebih dalam proses kerjanya, semakin banyak juga pengalaman dan pembelajaran yang didapatkan.

Dari pengalaman saya, orang-orang yang bertumbuh paling cepat biasanya bukan hanya mereka yang paling pintar, tetapi mereka yang memiliki kemauan untuk terus belajar dan tidak berhenti di standar minimum.

Baca juga: Apa Itu Hustle Culture dan Bagaimana Memahami Seni Bekerja di Era Serba Cepat

Bagaimana Saya Menerapkan Extra Mile dalam Tim?

Apa Itu Extra Mile - Menerapkan Extra Mile
sc: Unsplash (Annie Spratt)

Ada beberapa cara yang saya terapkan dalam mencapai extra mile dalam tim untuk mencapai target perusahaan baik dalam jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang:

1. Tanamkan Sikap Apa yang Bisa Dibuat Lebih Baik

Langkah pertama yang saya lakukan adalah tidak hanya fokus menyelesaikan tugas saja. Saya selalu percaya bahwa menyelesaikan tugas hanyalah titik awal. Yang lebih penting adalah bagaimana pekerjaan tersebut benar-benar memberi dampak dan bisa dijalankan dengan kualitas yang baik. Karena itu, saya sering mendorong tim untuk tidak hanya berpikir ‘apa yang harus selesai hari ini’, tetapi juga ‘apa yang bisa dibuat lebih baik’.

2. Jaga Inisiatif Tetap Hidup

Selanjutnya adalah dengan mempertahankan inisiatif tetap hidup. Ciri lingkungan kerja yang sehat adalah saat orang-orang di dalamnya berani mengambil inisiatif tanpa harus menunggu instruksi secara mendetail. Saya melihat bahwa inisiatif kecil sering memberi dampak besar dalam jangka panjang. Dari situ, budaya kerja menjadi lebih aktif dan tidak berjalan secara pasif.

3. Berikan Perhatian Lebih Pada Detail

Extra mile sering terlihat dari perhatian terhadap hal kecil yang kadang tidak langsung terlihat. Mulai dari cara berkomunikasi, kualitas presentasi, hingga bagaimana menyelesaikan masalah dengan lebih rapi. Cara-cara seperti ini perlahan membentuk standar kerja yang lebih baik dalam tim untuk memberikan hasil ekstra daalam bekerja.

4. Berikan yang Terbaik

Dalam memberikan hal lebih saat bekerja terkadang selalu saja ada hambatan. Ada fase di mana tekanan meningkat dan situasi kerja tidak selalu nyaman. Namun justru di situ biasanya karakter kerja seseorang mulai terlihat. Bagi saya pribadi, menjaga kualitas dan tanggung jawab di tengah situasi yang tidak ideal adalah salah satu bentuk extra mile yang paling nyata.

5. Jangan Perhitungan Secara Berlebihan

Terakhir, hindari sikap perhitungan secara berlebihan. Saya selalu berbagai insight kepada tim yakni etika seseorang terlalu sibuk menghitung “ini tugas saya atau bukan”, ruang untuk berkembang biasanya menjadi lebih sempit. Bukan berarti harus mengambil semua pekerjaan, tetapi memiliki kepedulian terhadap tujuan bersama sering membuat proses kerja menjadi jauh lebih baik.

Baca juga: Catatan Kecil tentang Apa Itu Konsistensi: Pengalaman Saya Menjaga Ritme Kerja Tim

Refleksi

sc: Dokumentasi Pribadi

Dari pengalaman saya bersama tim, saya semakin mendapatkan banyak insight tentang hal ini. Salah satunya adalah bahwa apa itu extra mile bukan tentang bekerja paling keras atau terlihat paling sibuk. Justru, hal ini lebih dekat dengan sikap untuk tetap peduli terhadap kualitas, tetap bertanggung jawab, dan tetap memberi usaha terbaik meskipun tidak selalu diminta.

Kebiasaan memberikan secara lebih dari apa yang kita bisa, tidak hanya berdampak pada pekerjaan, tetapi juga membentuk cara seseorang berkembang dalam jangka panjang.