Profil Erick Thohir: Pelajaran Membangun Bisnis yang Menginspirasi Saya

Profil Erick Thohir

Saya percaya, membangun bisnis bukan hanya tentang menciptakan keuntungan. Lebih dari itu, bisnis adalah tentang membangun kepercayaan, menciptakan nilai, dan berani melihat peluang yang tidak semua orang berani ambil.

Nama dan profil Erick Thohir sudah lama saya kenal sebagai seorang entrepreneur yang berhasil membangun bisnis di berbagai sektor. Yang paling menarik perhatian saya bukan hanya pencapaiannya, tetapi cara beliau melihat bisnis sebagai perjalanan jangka panjang. Pola pikir seperti inilah yang menurut saya relevan bagi siapa pun yang sedang membangun perusahaan, termasuk saya dalam mengembangkan Doran Gadget dan JETE.

Siapa Erick Thohir?

Profil Erick Thohir - Siapa Erick Thohir
sc: Detik

Membahas profil Erick Thohir tidak bisa dilepaskan dari perannya sebagai seorang pengusaha yang kemudian dipercaya memimpin berbagai organisasi dan lembaga strategis di Indonesia. Lahir di Jakarta pada 30 Mei 1970, ia menempuh pendidikan di Amerika Serikat hingga meraih gelar Master of Business Administration (MBA). Sebelum terjun ke pemerintahan, ia lebih dulu dikenal sebagai entrepreneur yang membangun bisnis di berbagai industri, terutama media, hiburan, dan olahraga.

Perjalanan bisnisnya dimulai melalui pendirian Mahaka Group, sebuah kelompok usaha yang berkembang di bidang media, event, hiburan, dan berbagai lini bisnis lainnya. Seiring waktu, kiprahnya semakin luas melalui kepemilikan dan pengelolaan berbagai klub olahraga, baik di Indonesia maupun luar negeri. Pengalaman tersebut membuat namanya dikenal tidak hanya sebagai pebisnis, tetapi juga sebagai sosok yang mampu mengelola organisasi berskala besar.

Dalam perjalanan kariernya, Erick Thohir juga dipercaya memegang berbagai posisi strategis, mulai dari Ketua Komite Olimpiade Indonesia, Ketua Umum PSSI, Menteri BUMN selama dua periode, hingga kemudian menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga. Beragam peran tersebut menunjukkan kemampuannya dalam memimpin organisasi dengan skala dan tantangan yang berbeda-beda.

Baca juga: 7 Tokoh Wirausahawan Sukses dan Kisahnya yang Menginspirasi Saya

Perjalanan Erick Thohir Membangun Bisnisnya

Profil Erick Thohir - Perjalanan Bisnis
sc: Detik Sport

Kalau ada satu hal yang menurut saya menarik dari perjalanan Erick Thohir, itu adalah keberaniannya membangun bisnis di berbagai sektor. Banyak pengusaha memilih fokus pada satu industri, tetapi ia justru memperluas pengalamannya mulai dari media, hiburan, olahraga, hingga investasi. Langkah tersebut tentu bukan sesuatu yang mudah karena setiap industri memiliki karakter dan tantangannya masing-masing.

Perjalanan itu dimulai dari Mahaka Group yang berkembang menjadi salah satu kelompok usaha nasional dengan portofolio di berbagai bidang. Dari sana, ia kemudian membangun jaringan yang lebih luas melalui investasi dan pengelolaan klub olahraga seperti Inter Milan, DC United, Oxford United, Persis Solo, hingga klub basket Satria Muda. Saya melihat langkah ini bukan sekadar investasi, tetapi juga cara membangun ekosistem bisnis yang saling mendukung dan memperkuat nilai sebuah brand.

Hal yang menarik perhatian saya adalah bagaimana ia mampu berpindah dari dunia bisnis ke organisasi olahraga, lalu ke pemerintahan tanpa meninggalkan pendekatan manajerial yang kuat. Di mana pun perannya, saya melihat ada pola yang sama, yaitu membangun sistem, menyusun strategi jangka panjang, dan berusaha menciptakan organisasi yang lebih sehat.

Dari perjalanan tersebut saya belajar bahwa membangun bisnis tidak selalu berarti harus bergerak secepat mungkin. Justru yang lebih penting adalah memiliki visi yang jelas, keberanian mengambil peluang, dan kemampuan membangun tim yang mampu menjalankan visi tersebut secara konsisten.

Baca juga: 5 Fakta John D. Rockefeller: Bangkit dari Nol hingga Menjadi Miliarder Pertama di Dunia

Hal yang Membuat Saya Terinspirasi Darinya

Profil Erick Thohir - Hal yang Membuat Saya Terinspirasi
sc: Liputan6

Perjalanan bisnis Erick Thohir bagi saya memang cukup inspiratif. Terlebih lagi dari situ saya bisa menarik beberapa hal penting yang relevan untuk diterapkan dalam perjalanan ketika membangun JETE dan Doran Gadget. Setidaknya lima hal penting itu antara lain:

1. Jeli dalam Melihat Peluang Bisnis

Poin pertama adalah, saya mengambil pelajaran bahwa eluang bisnis tidak selalu datang dari bidang yang sudah kita kuasai. Erick Thohir menunjukkan bahwa selama memiliki pemahaman yang kuat dan tim yang tepat, sebuah perusahaan dapat berkembang ke berbagai sektor tanpa kehilangan fokus terhadap kualitas.

2. Punya Visi Jangka Panjang yang Jelas

Selanjutnya adalah bagaimana tentang cara beliau dalam lihat bisnis sebagai perjalanan jangka panjang. Tidak semua keputusan harus memberikan hasil instan. Ada banyak investasi yang membutuhkan waktu sebelum akhirnya menunjukkan dampaknya. Cara berpikir seperti ini mengingatkan saya untuk selalu membangun perusahaan dengan fondasi yang kuat, bukan sekadar mengejar pertumbuhan yang cepat.

Baca juga: Kisah Sukses Jessica Cox Pilot Pertama Tanpa Tangan yang Menginspirasi Dunia

3. Percaya dengan Kekuatan Tim

Ketiga, dalam membangun bisnis, tim itu adalah aset penting. Saya percaya tidak ada bisnis besar yang dibangun oleh satu orang. Perjalanan Erick Thohir menunjukkan bahwa keberhasilan selalu lahir dari kolaborasi banyak orang dengan keahlian yang berbeda. Hal ini juga menjadi prinsip yang terus saya pegang dalam membangun JETE, yaitu bertumbuh bersama tim yang memiliki visi yang sama.

4. Jangan Takut untuk Beradaptasi

Pelajaran keempat yakni kita harus beradaptasi sepanjang waktu. Industri yang hari ini berkembang bisa saja menghadapi tantangan besar beberapa tahun kemudian. Saya melihat Erick Thohir sebagai sosok yang mampu beradaptasi dengan perubahan tersebut tanpa kehilangan arah. Menurut saya, kemampuan untuk terus belajar dan menyesuaikan diri adalah salah satu kualitas penting yang harus dimiliki setiap pemimpin perusahaan.

5. Bangun Reputasi Sebelum Kejar Pertumbuhan

Terakhir, pelajaran penting yang bisa kita ambil adalah pentingnya menjaga reputasi. Sebuah bisnis mungkin bisa berkembang dengan cepat, tetapi kepercayaan dibangun melalui konsistensi dalam waktu yang panjang. Karena itu, saya selalu percaya bahwa reputasi perusahaan adalah aset yang harus dijaga setiap hari, bukan hanya ketika perusahaan sedang berada di puncak.

Baca juga: Fakta Zhang Yiming: Pendiri TikTok yang Jadi Orang Terkaya di China

Penutup

Profil Erick Thohir - Penutup
sc: Viva

Perjalanan setiap pengusaha tentu berbeda, begitu pula dengan perjalanan saya dan Erick Thohir. Namun ada satu kesamaan yang saya lihat, yaitu keyakinan bahwa bisnis tidak dibangun hanya dengan modal dan strategi, tetapi juga dengan keberanian mengambil keputusan, kemauan untuk terus belajar, serta komitmen membangun organisasi yang mampu bertahan dalam jangka panjang.

Bagi saya, profil Erick Thohir bukan sekadar cerita tentang seseorang yang berhasil membangun berbagai unit bisnis. Lebih dari itu, perjalanan tersebut mengingatkan bahwa pertumbuhan selalu membutuhkan visi yang jelas, fondasi yang kuat, dan konsistensi dalam menjalankannya. Saya percaya, setiap pebisnis memiliki jalannya masing-masing.

Yang terpenting bukan meniru langkah orang lain, tetapi mengambil pelajaran terbaik dari perjalanan mereka untuk membangun versi terbaik dari bisnis yang sedang kita kembangkan.