Ada satu hal yang saya pelajari sejak membangun bisnis dari tahun 2008, yakni semakin besar perusahaan, semakin besar pula kebutuhan akan orang-orang yang mampu memimpin. Pekerjaan yang dahulu bisa saya tangani sendiri perlahan membutuhkan pembagian tanggung jawab dan pengambilan keputusan yang lebih terstruktur.
Dalam perjalanan mengembangkan JETE dan jaringan retail Doran Group, kebutuhan tersebut membuat peran middle management semakin penting. Mereka membantu menjembatani visi perusahaan dengan pekerjaan sehari-hari, memastikan strategi dijalankan dengan baik, sekaligus membangun tim yang mampu bergerak tanpa selalu menunggu arahan pimpinan.
Apa Itu Middle Management dan Perannya dalam Perusahaan?
Middle management adalah tingkatan manajemen yang berada di antara top management dan lower management dalam struktur organisasi. Posisi ini umumnya diisi oleh kepala departemen, kepala divisi, atau manajer yang bertanggung jawab mengelola bagian tertentu dalam perusahaan. Tugas utamanya adalah menerjemahkan strategi dan kebijakan manajemen atas menjadi rencana kerja yang dapat dijalankan oleh tim operasional.
Dalam praktiknya, top management menentukan arah dan prioritas perusahaan, sementara lower management memastikan pekerjaan sehari-hari berjalan sesuai standar. Middle management berada di antara keduanya, menghubungkan keputusan strategis dengan pelaksanaan di lapangan. Mereka juga bertanggung jawab memantau kinerja, menyelesaikan hambatan, mengoordinasikan pekerjaan antarbagian, dan menyampaikan kondisi operasional kepada manajemen atas.
Baca juga: Sandwich Leadership: Seni Menjaga Target Tetap Jalan & Tim Tetap Bertumbuh
Tantangan Middle Management dalam Bisnis
Middle management berada pada posisi yang tidak selalu mudah. Seseorang yang ada pada posisi ini harus memahami strategi yang ditetapkan pimpinan, tetapi pada saat yang sama juga berhadapan langsung dengan kondisi tim dan berbagai persoalan operasional sehari-hari. Beberapa tantangan yang sering dihadapi di antaranya:
| Tantangan | Persoalan yang Dihadapi |
| Menerjemahkan Strategi Menjadi Eksekusi | Mengubah arahan dan target manajemen menjadi rencana kerja yang jelas, terukur, serta dapat dijalankan oleh tim. |
| Menyeimbangkan Target Perusahaan dan Kondisi Tim | Memastikan target tetap tercapai dengan mempertimbangkan kapasitas, sumber daya, dan hambatan yang dihadapi anggota tim. |
| Mengambil Keputusan Tanpa Harus Menunggu Atasan | Menyelesaikan persoalan operasional secara mandiri sesuai kewenangan agar pekerjaan tidak terhambat proses persetujuan. |
| Membangun Tim, Bukan Hanya Mengawasi Pekerjaan | Mengembangkan kemampuan, kepercayaan diri, dan kemandirian anggota tim, bukan hanya memastikan tugas selesai. |
| Menjaga Koordinasi Antar Tim | Menyatukan prioritas dan komunikasi antarbagian agar setiap departemen bergerak menuju tujuan perusahaan yang sama. |
Dari kelima tantangan tersebut, saya melihat bahwa middle manager perlu memiliki kemampuan lebih dari sekadar menguasai pekerjaan teknis. Mereka harus memahami gambaran besar perusahaan, sekaligus mengetahui persoalan yang dihadapi timnya.
Baca juga: 7 Kesalahan Micromanagement yang Sering Dilakukan Pemimpin
Cara Membangun Middle Management yang Kuat

Membangun manajemen menengah yang kuat tidak hanya dengan menambah jajaran manajer pada struktur organisasinya saja. Dalam hal ini, perusahaan perlu juga memastikan posisi tersebut diisi orang yang kompeten. Bagi saya, middle management dapat dibangun dengan baik dan kuat melalui empat hal yakni:
1. Bangun Peran dan Tanggung Jawab dengan Jelas
Hal pertama yang perlu dibangun adalah kejelasan mengenai peran setiap manajer. Mereka harus memahami target yang menjadi tanggung jawabnya, keputusan yang boleh diambil, serta bagaimana pekerjaannya berhubungan dengan departemen lain.
Saya percaya bahwa struktur organisasi seharusnya membantu pekerjaan menjadi lebih jelas, bukan sekadar menunjukkan siapa melapor kepada siapa. Ketika peran dan tanggung jawab dibagi dengan tepat, koordinasi menjadi lebih mudah dan setiap orang memahami kontribusinya terhadap tujuan perusahaan.
2. Berikan Wewenang untuk Pengambilan Keputusan
Memberikan tanggung jawab tanpa kewenangan akan membuat seorang manajer sulit bekerja secara efektif. Mereka diminta mencapai target, tetapi tidak memiliki ruang untuk menentukan langkah yang diperlukan. Akibatnya, banyak keputusan tetap bergantung pada pimpinan tertinggi dan proses kerja menjadi lebih lambat.
Bagi saya, memberikan kepercayaan kepada middle management berarti memberikan kewenangan yang sejalan dengan tanggung jawabnya. Tentu tetap harus ada batasan, standar, dan mekanisme evaluasi yang jelas. Namun, selama keputusan masih berada dalam ruang lingkup yang telah disepakati, seorang manajer perlu mendapatkan kesempatan untuk menjalankannya.
3. Kembangkan Kemampuan Leadership
Seseorang yang memiliki kemampuan teknis sangat baik belum tentu langsung siap menjadi pemimpin. Ketika mendapatkan tanggung jawab sebagai middle manager, mereka perlu belajar mengelola orang, memberikan feedback, menyelesaikan konflik, menentukan prioritas, dan membangun komunikasi yang efektif.
Kemampuan tersebut berbeda dari keterampilan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan secara individual. Oleh karena itu, saya melihat pengembangan leadership sebagai bagian penting dalam membangun organisasi. Perusahaan perlu memberikan kesempatan belajar melalui mentoring, evaluasi, pelatihan, dan pengalaman memimpin secara bertahap.
4. Evaluasi Hasil dan Pertumbuhan Tim
Kinerja middle management tentu perlu diukur melalui pencapaian target. Namun, menurut saya, penilaiannya tidak seharusnya berhenti pada angka. Seorang manajer mungkin mampu menghasilkan performa yang baik dalam jangka pendek, tetapi kita juga perlu melihat bagaimana kondisi tim yang berada di bawah kepemimpinannya.
Evaluasi sebaiknya mempertimbangkan hasil kerja, kualitas eksekusi, kemampuan menyelesaikan masalah, koordinasi, serta perkembangan anggota tim. Apakah tim mampu mengambil tanggung jawab lebih besar? Apakah masalah yang sama terus berulang atau mulai dapat diselesaikan melalui sistem? Pertanyaan tersebut membantu kita melihat apakah seorang middle manager benar-benar membangun organisasi atau hanya menjaga pekerjaan tetap berjalan dari hari ke hari.
Baca juga: 7 Pelajaran Berharga tentang Cara Mengelola Konflik dalam Tim
Refleksi

Bagi saya, middle management bukan sekadar lapisan jabatan di antara founder dan karyawan. Mereka adalah bagian penting dari proses membangun perusahaan yang mampu bergerak secara mandiri, menjaga standar, dan menyiapkan generasi pemimpin berikutnya.
Pada akhirnya, keberhasilan seorang founder bukan hanya tentang seberapa jauh ia mampu membawa bisnis bertumbuh, tetapi juga seberapa banyak orang yang berhasil ia persiapkan untuk ikut membawa perusahaan melangkah lebih jauh.